Hallo!

So, I took my toddler swimming several times and I want to share some (hopefully) helpful tips of the experience 🙂

Anak sulung saya sekarang berumur 2 tahun dan dia sangat suka main air sama seperti ibunya. Pertama kali saya mengajak si Abang berenang pada bulan Juli 2015 dan seperti yang saya duga, tidak butuh waktu lama untuk membuat dia suka dengan kolam renang. Well, mungkin saya beruntung karena memiliki anak yang pada dasarnya memang suka main air, hehe 😀 but hey, jangan sedih buat Ibu-Ibu yang mungkin masih berjuang mengajak anaknya agar suka berenang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan supaya berenang jadi lebih menyenangkan:

1. Sunblock!
Duh, jaman sekarang matahari makin terik makin tidak bersahabat, jadi penting sekali untuk apply sunblock baik buat Bundanya maupun anaknya. Sebenarnya sih, kalau lihat global warming yang makin menjadi seperti sekarang, sunblock itu sebaiknya dipakai setiap keluar rumah di siang hari ya, bukan hanya ketika berenang. Oiya, jangan salah sangka ya Ibu-Ibu, penggunaan sunblock bukannya untuk bikin kulit tidak menghitam, tapi lebih untuk perlindungan terhadap radiasi sinar UV yang dapat menyebabkan kanker kulit. Jika ingin kulit tidak menghitam, Ibu-Ibu bisa pilih produk sunblock yang ada bahan aktif pencerahnya seperti yang diproduksi Nivea dan SkinAqua. Sedangkan untuk si kecil nih, kemarin saya pakai Sun Zone for Kids dari Oriflame (review nya menyusul yah 😉 ).
Nah, bagaimana sih sebenarnya cara pakai sunblock supaya perlindungannya optimal? Pakaikan ke seluruh tubuh anak sebelum berangkat ke kolam, agar sunblock meresap dengan baik ke kulit (biasanya 15-30 menit sebelum). Nah, lebih baik pakaikan saat masih di rumah, jadi ketika sampai kolam sudah tinggal nyebur deh..

2. Cemilan dan air minum
Kalau buat anak saya, ini wajib! Karena anaknya doyan ngemil hehe.. Kalau anak senang berlama-lama di air, cemilan itu fungsinya untuk ganjel perut supaya tidak masuk angin. Nah, bawa cemilan yang sehat ya Ibu-Ibu seperti buah-buahan atau biskuit. Hindari cemilan yang gurih-gurih, nanti bukannya berenang malah ngemil melulu 😁

3. Persiapan baju ganti
Nah ini ada trick nya, dari rumah siapkan satu tas plastik / plastik khusus yang cukup besar untuk taruh baju ganti Bunda, baju ganti anak, sabun dsb., serta handuk, baru ditaruh di tas lain yang lebih besar. Biasakan bawa satu tas saja yang besar dan bisa muat banyak, disitu ada baju kering, disitu ada cemilan, disitu ada dompet, hp, dkk. Kenapa? Biar lebih praktis, selesai berenang langsung ambil tas plastik nya, bilas-bilas, ganti baju, baju basahnya bisa langsung diletakkan di tas plastik, lalu masuk tas besar lagi. Kalau itu sih udah tau ya? Well, trust me, banyak yang lupa dengan hal sepele gini, akhirnya repot sendiri habis berenang.. Apalagi kalau punya anak yang lincah dan belum mengerti untuk disuruh diam seperti anak saya. Kalau tidak memperhitungkan kepraktisan, habis berenang panik sambil kejer bocah, nyari-nyari baju ganti, airnya basah ke tas-tas lain atau tas kain yang dipakai. Seen those moms before, and they seem exhausted! You can thank me later for this life hack 😉

4. Third-wheel
Buat jagain tas ketika Bunda dan adik kecil berenang, jadi Bunda gak was was.. Apalagi kalau kolam renangnya tidak memiliki fasilitas loker. Bisa suami, bisa nenek atau kakek, bisa adik atau kakak, atau kalau pakai nanny atau mbak di rumah juga bisa, pokoknya ya orang-orang yang kita percaya. (Ssshht, kalau buat saya third-wheel juga buat seksie dokumentasi loh, hahaha.. jadi pulang berenang ada bukti foto atau videonya kan 😋 )

5. Pemilihan waktu dan durasi berenang
Jangan siang bolong ya Ibu-Ibu #yakaliaja, dan jangan juga waktu hujan atau gerimis, bahaya Bu-Ibu.. Nah, menurut dokter anak saya di RSIA Tambak, cahaya matahari yang baik untuk bayi dan anak-anak adalah pukul 06.00 – 09.00 dan 16.00-17.00. Saya sendiri lebih prefer berenang di pagi hari, sebelum memulai hari. Untuk durasi bisa lihat kemampuan masing-masing anak ya, kalau anak saya 1 jam saja sudah mulai ngos-ngosan, jadi setelah 1 jam saya stop berenangnya meski pun dia ngambek dan marah-marah diangkat dari kolam.

6. Pemilihan pelampung
Untuk balita 2-5 tahun, sebaiknya belajar gerakan berenang yang banyak menggunakan gerakan otot kaki. Mengapa? Gerakan ini akan mengoptimalkan kordinasi dan mempermudah anak-anak menjaga keseimbangan otot ketika berdiri dan berjalan. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak diberikan pelampung tangan atau vest, atau pelampung donat yang banyak di pasaran.

image
Pelampung vest

Penting diingat! Meski sudah pakai pelampung, Bunda tetap harus selalu memdampingi dan jangan sampai lengah ya.

Nah, semoga post ini bermanfaat ya Bu-Ibu :)! Next, I’ll talk about taking your baby (0-1 year) swimming and some swimming lesson for kids and baby. See you soon!

Advertisements