Selamat siang buibu 🙂

Sejak menyandang titel “emak-emak anak dua“, saya kerap kali dihadapkan dengan pertanyaan: imunisasi yang lengkap gimana sih, Wien? Aduuuh, daa aku mah apa atuh, emak-emak saja, bukan bidan, bukan pula dokter anak, bukan ahlinya lah 😅.. Jadi kalau ada teman yang bertanya, saya selalu share panduan imunisasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang tertera di buku kontrol kesehatan Amru dan Aisyah dari RSIA Tambak (Jakarta), seperti ini:

image
Imunisasi rekomendasi IDAI

Nah, kalau untuk bahas satu per satu fungsi masing-masing vaksin di satu post ini sih bisa panjang banget ya, pun infonya bisa banyak buibu browse di Google.com, bisa juga langsung tanya ke posyandu, bidan atau dokter anak. Jadi di sini saya hanya sekedar berbagi tips buat buibu untuk nge-list dan menjadwal imunisasi buat si kecil supaya (insyaAllah) selalu sehat-sehat 🙂

1. Pilih mau imunisasi di mana..
Imunisasi itu bisa di rumah sakit, bisa di posyandu / puskesmas, bisa juga ke bidan. Saya sendiri rutin imunisasi bocah ke dokter anak di RSIA, tapi saya juga pernah coba imunisasi di posyandu. Selalu ada kelebihan dan kekurangan yah, di mana pun itu..namun yang penting diingat adalah manfaat imunisasi untuk anak, jadi buibu ga boleh males jalan ke posyandu atau RS.

Kelebihan kalau di RS itu vaksinnya lebih lengkap, sedangkan di posyandu biasanya hanya menyediakan vaksin untuk imunisasi dasar saja. Yang kedua, di RS kita bisa lebih fleksibel menentukan jadwal imunisasi, sedangkan di posyandu biasanya sudah ada jadwal tetap setiap bulannya (kalau di posyandu RW rumah saya, setiap tanggal 27).
Kekurangannya juga ada di RS: mahal 😅 , sedangkan di posyandu itu biasanya gratis untuk imunisasi dasar, paling mahal pun bayar admin saja 2000 rupiah 😆. Yang kedua (ini sih relatif tapi ya, tergantung RS nya juga), susternya kurang ramah, sedangkan di posyandu pelayanannya lebih merakyat dan petugas-petugasnya murah senyum.

Ingat ya buibu, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, jangan digeneralisir yah.. Bisa saja mungkin buibu yang baca post ini imunisasi di RS tapi susternya ramah-ramah, atau di posyandu ada yang menyediakan imunisasi tambahan, ya kan? Saran saya untuk memilih tempat imunisasi adalah lihat kondisi Anda, mana yang paling nyaman. Kalau kebetulan dari tempat kerja Anda atau pasangan dapat fasilitas kesehatan yang cukup mumpuni, ya ke RS aja atuh.. Atau bisa juga kondisinya rumah Anda dari RS jauh, atau deket tapi macet, sedangkan posyandu tinggal jalan nyampe, ya lebih baik ke posyandu. Jadi disesuaikan saja sama buibu paling nyamannya dimana dan gimana, OK 😉

2. Atur jadwalnya gimana ya?
Kalau untuk IRT seperti saya, imunisasi bisa kapan aja ya, lha wong saya nya memang 24/7 standby ya buat bocah kan, hehe.. Tips yang ini biasanya buat buibu kantoran/pekerja, yang kadang agak sulit cari jadwal yang pas supaya tidak mengorbankan jatah cuti di kantor. Apalagi kalau weekend pun kadang harus lembur 😵 jadi makin bingung deh atur jadwalnya..Terus suaminya juga pengennya selalu bisa ikutan liat anaknya diimunisasi #overlyattacheddaddylikemyhubby..udah gitu ga percayaan kalau orang lain yang bawa anaknya imunisasi, hummm..mangggkin bingung (ini adalah pengalaman pribadi saya ketika masih jadi pegawai kantoran) 😀
Eiiitss, jangan sediiiih, kalo kata Mamah Dedeh: insyaAllah ada solusinyaaaa *lalu nyanyi sambil nabuh rebana*
Jadi begini buibu tips dari saya, bawa bocah imunisasi setiap hari sabtu setelah gajian setiap bulannya (terutama sih kalau buibu imunisasi di RS yah). Kenapa setiap habis gajian? Supaya ga insecure dengan biaya imunisasi-nya. Kenapa Sabtu? Ini buat buibu yang full time 9-5 Senin-Jumat, ya Sabtu jadi alternatif terbaik karena Minggu biasanya DSA (dokter spesialis anak) pada libur, hehe 😋 Kemudian kalau buibu ada yang punya anak lebih dari 1, sebaiknya imunisasikan berbarengan saja di hari yang sama yah jadi lebih praktis dan tidak bolak-balik ke RS/posyandu-nya.
Kalau buibu yang mungkin weekend pun bekerja, biasanya kan ada jatah satu hari di weekdays yang dikasi perusahaan untuk libur, nah bisa disesuaikan saja dengan jatah day-off nya yah..yang penting sih tetap enaknya habis gajian. Pertanyaan lain yang biasanya muncul setelah teman/kerabat mendengarkan tips saya ini adalah: loh, bukannya harus disesuain sama tanggal lahir anaknya ya, Wien?
Jawabannya tidak buibu, kalau menurut DSA kami di Hermina, sesungguhnya tanggal imunisasi tidak harus tepat di tanggal lahir dedek bayi setiap bulannya, yang penting adalah setiap bulan harus dipantau list imunisasi yang sudah dedek bayi dapatkan sudah sesuai interval waktunya atau tidak. Bingung? Yuk, kita simulasikan di tips nomer 3…

3. List imunisasi rekomendasi IDAI (serta simulasi jadwal)
OK, melanjutkan point no. 2 tadi saya simulasikan jadwalnya dengan contoh anak yang lahir di tanggal 16 Januari 2016.. (berhubung usia anak paling tua saya juga baru 2 tahun, jadi simulasinya juga sampai umur 2 tahun aja yah Buibu ;))

16 Jan
Pemberian vaksin Hepatitis B (12 jam setelah lahir)

Antara 17-19 Jan
Pemberian vaksin Polio ke 0 (karena usia bayi belum 1 bulan), biasanya diberikan sebelum bayi dibawa pulang ke rumah.

27 Feb 2016 (Sabtu habis payday, usia bayi 1 bulan 11 hari)
Pemberian vaksin Hepatitis B yang ke-2

26 Mar 2016 (2 bulan 10 hari)
BCG (cukup 1x)
Polio pertama
DTP pertama
Hib pertama

30 Apr 2016 (3 bulan 2 minggu)
PCV pertama
Rotavirus pertama

28 Mei 2016 (4 bulan 12 hari)
Polio ke-2
DTP ke-2
Hib ke-2

25 Jun 2016 (5 bulan 9 hari)
PCV ke-2
Rotavirus ke-2

30 Jul 2016 (6 bulan 2 minggu)
Polio ke-3
DTP ke-3
Hib ke-3

27 Agust 2016 (7 bulan 11 hari)
Hepatitis ke-3
PCV ke-3
Rotavirus ke-3

Nah, usia 8 bulan imunisasi libur dulu.. kecuali misalnya Anda tidak tega memberikan banyak suntikan pada imunisasi 7 bulan, maka bisa ditunda salah satu antara PCV atau Rotavirus diberikan pada usia 8 bulan (konsultasikan saja dengan dokter atau petugas posyandu ya)

29 Okt 2016 (9 bulan 13 hari)
Vaksin Campak pertama

Habis vaksin Campak, udah agak santai nih. Imunisasi-imunisasi berikutnya sudah masuk hitungan trimester alias per 3 bulan. Lanjut yah simulasinya…

28 Jan 2017 (1 tahun lebih)
PCV ke-4
Vaksin Influenza (1 tahun 1x)

29 Apr 2017 (1 tahun 3 bulan)
Vaksin MMR pertama

29 Jul 2017 (1 tahun 6 bulan)
Polio ke-4
DTP ke-4
Hib ke-4

Nah, masuk usia 2 tahun, sudah lebih jarang-jarang lagi intervalnya ya Buibu..

27 Jan 2018 (2 tahun lebih)
Campak ke-2
Influenza (1 tahun 1x)
Varisela (cukup 1x antara usia 1 – 18 tahun, biasanya stock-nya sulit diperoleh jadi disesuaikan saja dengan ketersediaan vaksinnya di RS atau posyandu langganan Anda)

Demikian Buibu simulasinya sampai 2 tahun yah.. Semoga bermanfaat 🙂
Kalau ada yang mau ditanyakan, atau didiskusikan boleh langsung comment aja di bawah ini #ciehilaah..

Advertisements