Sebagai salah seorang Oriflamer (yaa meski masih part time dan masih mood-moodan 😅), saya merasa perlu mengikuti event-event motivational macam OOM. Jadi, ketika director saya, Muna Al Huda (d’BCN network, berdomisili di Nanggroe Aceh), beberapa minggu lalu menginfokan dan menawarkan pada saya untuk turut berpartisipasi dalam OOM tanggal 3 April, my heart said: Yes, why the hell not. Yang saya tanya pada kak Muna cuma satu: boleh bawa anak ga? *ya namanya juga overly attached mommy 😋. Jadilah Minggu pagi saya penuh drama bejibaku mandiin bocah lebih pagi, nyari sarapan lebih pagi, siap-siap lebih pagi, eh ya si abang sayang yang mau antar ke GOR Bulungan ternyata kurang enak badan….ujung-ujungnya berangkat jam 8 juga, padahal target sampai TKP jam 8.30 😅

So what is OOM? OOM = Oriflame Opportunity Meeting. OOM ini idealnya adalah wadah bagi para member Oriflame untuk membawa downline atau mungkin calon downline dengan tujuan memperkenalkan Oriflame sebagai perusahaan dan sebagai bisnis MLM yang bonafide. Minggu kemarin adalah OOM pertama saya setelah 3 bulan aktif jadi consultant Oriflame. Selama perjalanan saya membayangkan isi acara akan seperti apa, mungkin mirip acara-acara motivasi di TV. Saya sampai di GOR Bulungan pukul 9.30 dan langsung tau kalau saya salah kostum 😅 karena melihat kumpulan ibu-ibu dan mbak-mbak yg berbaju merah-kuning dan saya malah pakai nuansa peach-hijau. Saya bertemu dengan kenalan baru bernama Mbak Erlita karena tiket saya sudah dititipkan kepada mbak cantik itu. Saya sangat lega karena ternyata Mbak Erlita juga salah kostum, hehe jadi saya ada temannya. Meja registrasi untuk tukar tiket sangat amat ramai, dan setelah antri sebentar saya mendapatkan dream card, seperti ini:
image

Well, sampai artikel ini ditulis, dream card nya masih belum saya isi 😅😅😅 #imsorry. Namun, bukan berarti saya tidak punya mimpi yang ingin dicapai dari bisnis Oriflame dan mimpi-mimpi tersebut adalaaah……..topik untuk another blog post in the future ;)😛

Pukul 10.00, pintu menuju venue dibuka daaaaannn ibu-ibu dengan sangat antusias (jika bukan ganas :D) berlari masuk dan yang saya salut adalah ketika melihat ibu-ibu yang menggendong batita juga dengan lincah berlari masuk ke dalam venue. Kebayang kan antusiasme dan vibrasi keceriaan di lokasi OOM? Nah saya termasuk yang tidak terlalu “ganas”, sambil menggendong anak saya yang berumur 1 tahun, berhasil masuk dengan bantuan Mbak Erlita yang baik hati membantu melindungi kami di tengah keramaian. Saya memutuskan untuk duduk terpisah dari Mbak Erlita dan temannya yang ingin duduk di depan. Saya duduk agak di belakang, dan di pinggir dekat tangga menuju jalan keluar. Pertimbangan saya karena saya membawa bayi yang mungkin harus ganti popok di tengah acara, atau kalau tiba-tiba anak saya bosan dan menangis, saya bisa leluasa menuju luar venue tanpa mengganggu peserta OOM yang lain. Kebetulan anak saya sedang tertidur dalam gendongan ketika acara mulai, jadi saya bisa ambil video sedikit di pembuka OOM. Video mengenai perjuangan para top leader dari tim Mbak Sarah Saleh (semoga ga salah tulis namanya ✌), here’s a glimpse of the OOM opening

https://m.youtube.com/watch?v=uqog56KJT3I

Touching? Yes, and that’s the point of the video. Video dengan durasi 10 menit tersebut (sepertinya sekitar segitu, hehe) menunjukkan perjuangan para top leader ketika memulai bisnis Oriflame dari level yang paling bawah sampai sekarang sudah dapat menikmati gaji bulanan puluhan juta dan berbagai macam bonus lainnya. Video ini menunjukkan betapa para leader tersebut pun memulai dari level yang sama dengan para member baru seperti saya. Success stories para top leader ini punya high light yang sama mengenai bagaimana mereka dapat menggapai mimpi mereka: kerja keras, mengasah mental dengan puluhan bahkan ratusan penolakan, dan tetap konsisten di masa-masa sulit. Tidak ada sukses instan, which I agree, dan itu salah satu hal yang saya sukai dari Oriflame. Kebetulan dari awal join saya mendapat upline yang gak kasih iming-iming aneh-aneh untuk cepat kaya, bisa duduk manis dapat uang, dan sebagainya, tipikal MLM kan? Dan yang juga membuat MLM selalu dapat stigma negatif di masyarakat. Kak Muna, Kak Rahma, Kak Lia, upline-upline saya selalu bilang: hasil ya sesuai usaha. Mau cepat naik level? Ya ga boleh melempem kalo lagi rekrut terus ditolak orang. Mau dapat profit banyak? Ya ga boleh berhenti pinjam dan sebar katalog. Sekali lagi, hasil sesuai usaha, yang namanya hasil tidak akan berkhianat pada usaha (kecuali ya kalau curang atau korupsi, naudzubillah..)

Satu per satu top leader diperkenalkan dan mulai mengisi materi mengenai 6 growth driver di Oriflame. Saya tidak akan bahas mengenai materi presentasi para top leader ini, karena ternyata kemarin saya pun tidak dapat full mengikuti acara sampai habis 😥
Saya hanya bisa mengikuti 2 jam saja karena ada kekasih yang tak enak badan, dan anak kecil saya yang terus-terusan menangis (mungkin bosan dengan suasana di GOR yang gelap dan ibunya hanya duduk saja mendengarkan materi, sedangkan anaknya maunya jalan-jalan). Secara garis besar OOM itu isinya materi bisnis Oriflame, inspiring success stories of the top leaders, dan satu lagi: recognition. Recognition ini ketika satu-per satu member yang berhasil meraih level baru dipanggil naik ke panggung, seperti para top 15 leaders ini:
image

Saya tidak hafal satu per satu nama para wanita tangguh ini, yang saya ingat hanya Mbak Sarah, Mimi Febby Tarigan, dan Mbak Wita Radyasari. Kesemuanya top leaders ini punya satu hal yang sama, yang selalu mereka sampaikan setiap mereka mau presentasi: saya adalah produk dari OOM seperti ini, dan saya bangga. Well, membuat saya jadi berangan-angan, mungkin suatu saat nanti saya bisa juga berkata seperti itu pada orang-orang..haha, amiin. Yang diberi pengakuan bukan cuma yg top 15 aja loh! Semua level di-rekognisi, dan yang paling rame naik ke panggung ya tentu saja yang level 3%, hihihi 😂. Mulai masuk level manager 21%, mulai sepi deh panggungnya 😁

Sayang sekali jam 12.00 saya sudah harus pulang, padahal saya penasaran dengan closing-nya. Mungkin saja ini tandanya saya harus datang lagi kalau ada OOM kan? 😁 siapa tau next time datang bawa downline, hahaha. Acara OOM seperti ini bagi saya bisa menjadi mood booster dan dream reminder. Saran saya bagi sesama rekan Oriflame yang belum pernah ikut OOM, ikutan deh 🙂 at least once. Coba tanya pada upline mengenai info OOM di daerah masing-masing. Mungkin acaranya akan berbeda dari yang saya ceritakan, tapi saya yakin optimisme dan antusiasmenya sama. Dan antusiasme itu menular, dan kalo udah ketularan, hopefully mind set nya berubah. Dan dengan mind set yang positif itulah Oriflame yakin, dapat mengubah hidup saya dan mungkin juga Anda menjadi lebih baik, karena #oriflamechangeslives 🙂

Amen to that!

Advertisements