This one I dedicate to my fellow parents who prioritize good taste over quality of the milk / porridge, you need to re-prioritize. Or maybe for those of you who have in-laws or even direct relatives who things your way of preparing milk by pouring the cold water first is stupid. I feel you, sisters!

Jadi, berkali-kali saya harus berdebat dengan kerabat yang lebih tua dari saya (singkat saja K.L.T.D.S) mengenai cara saya menyiapkan susu formula (sufor) untuk anak saya, dan betapa saya sangat frustrasi menjelaskan pada K.L.T.D.S bahwa: protein rusak pada suhu tinggi, meskipun harus diakui susu yang dibuat dengan air panas teng-teng dari termos atau bahkan baru mendidih dan dibiarkan mendingin sebentar rasanya lebih enak daripada susu yang dari awal dibuat dengan air yang agak hangat. Trust me, I’ve been experimenting 😐. Demikian juga halnya dengan bubur, bubur bayi itu memang lebih enak dibuat dengan air panas yang baru mendidih, karena jadi lebih gurih…tapi please deh baca, bu-Ibu😧
Baca ga usah jauh-jauh nyari text book soal protein lah, baca aja tuh di kemasan bubur atau susu yang dibeli. Produsen susu sudah dengan sangat teliti dan helpful menyediakan PETUNJUK PENGGUNAAN, lah dianggurin, ga diikutin 😒.. Emang ada produsen sufor sama bubur bayi yang bilang: tuangkan air 100° C sebanyak sekian ml pada susu anak Anda?? Saya sendiri belum pernah nemuin ya, tapi kalau ada yang nemu, boleh saya dikoreksi..post aja di comment.

image
Petunjuk penggunaan bubur bayi anak saya, please note: 40°C

Ok, mari kita bahas dulu bagaimana cara saya membuat susu atau bubur bayi anak saya yang sering di-komenin K.L.T.D.S itu. Kalau saya lagi rajin, air panas dan air dingin saya campur di gelas dulu baru saya tuang ke botol / mangkok susu dan buburnya. Nah, komen yang sering saya dapatkan:

Ih ko dicampur airnya?

Atau

Ko bukan pakai air panas?  Ga enak dong?

Nah, cara yang kedua kalau saya ehm ga rajin: saya tuangkan air dingin dulu dari dispenser sedikit, baru saya tuang air panas. Jadi suhu air panas langsung drop dulu, sehingga proteinnya tidak rusak. Oya, air dingin di sini maksudnya air putih biasa dengan suhu sedang ya, bukan air dingin es.

Nah, komen yang sering saya dapatkan:

Dih ko aneh banget? Dimana-mana air panas dulu laaah…

Astagaaa, pake LAAAH nya itu loh bikin gatel mau nge-blog 😑 dan kasih facts-slap biar pada ngerti. Biasanya respon saya terhadap komen-komen senada adalah: biar proteinnya ga rusak. Lalu nanti argumen saya dibalas begini: ah, dari jaman dulu juga kalo minum susu pake aer panas, sekarang ga kenapa-kenapa tuh..

Well………
Here’s the thing, just because you’ve been doing something repeatedly for centuries in one way, doesn’t mean your doing it the right way. That’s what sciences are for, to help you find the correct ways of doing things.

(That is If only you’re not too stubborn and narrow minded.)

Oh well, what do I know? I am not a scientist.
Jadi karena saya bukan ilmuwan, dan sekedar paham Googling aja, silahkan baca lebih lanjut mengenai protein disini

Kalau malas baca dan ingin lihat singkat cerita mengenai common facts of protein, nih screen shot nya:

image

Bisa diliat suhu denaturasi itu sekitar 40° C yah bu-Ibu, jadi ga perlu air mendidih buat bikin susu atau bubur. Denaturasi maksudnya struktur proteinnya rusak, yang berarti protein akan kehilangan fungsinya dan tidak ada manfaatnya lagi untuk tubuh.

image

Kalau mau dibahas protein fungsinya apa buat anak-anak dan kenapa penting, wah nanti makin panjang post nya.. Maybe next time, ya. Jadi kalau ada sesama teman yang sedang baca post ini dan mengalami hal yang sama, silahkan share post ini kepada K.L.T.D.S di lingkungan Anda yang mungkin suka komen. Semoga bisa membuka pikiran dan bermanfaat ya.

Nah, terus kalau ternyata ada K.L.T.D.S yang bilang: susu ya susu, emang ada proteinnya?
Eeennngggg….sabar aja deh ya kalo gitu 😂 Haha. Hadapi dengan senyuman dan ikhlaskan pada Tuhan.

Wassalam! 👳

Advertisements