Sebenarnya post kali ini sih common knowledge buat para orang tua yang anaknya masih balita, tapi gak apa tetap saya bahas sedikit berdasarkan pengalaman saya karena baru-baru ini kedua bocah cilik kesayangan diare di waktu yang bersamaan. Alhamdulillah, by the time I write this post sudah pada sembuh (makanya bisa megang laptop deh buat update blog post-nya 😀 ). Nah, di judul post nya kan ada frasa (under particular circumstances), apa sajakah itu? Mari kita bahas ya, dan semoga bermanfaat buat para mamah/papah yang mungkin anaknya punya kondisi yang sama..

Apa sih diare? Kenapa bisa diare?

Kalau mau info yang detil, luas, dan mendalam boleh langsung tanya Google atau cek link ini. Intinya sih keadaan ketika frekuensi BAB anak kita menjadi lebih sering dan kotoran yang keluar berupa cairan dengan sedikit atau tanpa ampas (emak-emak must know lah). Penyebabnya macam-macam dan bukan hak saya untuk menjelaskan (daaa aku mah emak-emak biasa, bukan dokter anak), yang ingin saya fokuskan pada post kali ini lebih ke poin selanjutnya, yaitu….

Pertolongan pertamanya apa? Kapan harus dibawa ke dokter?

Kondisi diare itu kan menyebabkan anak dehidrasi, jadi pertolongan pertamanya ya harus banyak diberikan minum air putih dan atau larutan pengganti cairan tubuh macam oralit. Untuk anak-anak yang penurut (by that I mean, no particular circumstances) dan tidak susah minum obat, biasanya dikasi oralit 1-2 hari keadaannya bisa baikan dan tidak perlu dibawa ke dokter. Oralit bisa bikin sendiri ya BuIbu, karena komposisinya memang cuma air, gula dan garam (resepnya ya monggo, tanya Om Google 😉 haha). Nah tapi kalau saya sendiri di rumah sedia oralit yang botolan (mereknya ada Renalyte atau Pedialyte), biar pun pada akhirnya tidak terpakai dan malah mesti dibuang karena anak-anak saya gak ada yang bisa dipaksa minumnya.

Selain banyak minum, tips dari dsa anak-anak saya yang menurut saya cukup manjur dan ga nyiksa adalah: jejelin makan pisang. Penting diingat, kalau anak sedang diare jangan malah dibikinin sayur bening, sop, atau diberi makan buah-buahan yang banyak kandungan airnya dulu ya (i.e pepaya, semangka, melon, dsb.) karena nanti malah makin encer BAB-nya. Buah pisang, kalau kata bu dokter mah macam obat alami untuk bikin mampet BAB. Karena kan kalau obat-obatan herbal macam Diapet atau Enterostop itu biasanya belum bisa diberikan untuk anak-anak di bawah 5 tahun.

Nah, kalau sudah diberikan pertolongan pertama selama 2 hari tapi masih belum berhenti diarenya, boleh langsung bawa ke dokter ya. Atau misalnya belum 2 hari diare tapi kok ya mata anaknya makin celong..nah, ini boleh langsung bawa ke dokter juga, karena mata celong itu juga pertanda kurang cairan parah. Sebenarnya sih setiap ibu-ibu pasti punya insting keibuan yang (hampir) selalu benar, jadi follow your heart aja, dear 😉 #duuileee #iniserius. Contoh kaya anak saya yang umur 3 tahun kemarin, di hari pertama diare langsung saya bawa ke dokter. Wah kenapa? Ya iyalah, orang 11x BAB mlulu pagi-paginya…….ya kebayang kan khawatir banget. Selain itu, anak sulung saya kedua anak saya punya masalah tersendiri kalau udah urusan sama minum obat.

Those particular circumstances..

Nih ya, anak-anak saya tidak mungkin dikasi oralit karena minum seteguk aja malah langsung pada muntah-muntah (mungkin eneg kali ya). Jadi oralit bukan pilihan buat saya. Minum obat pun juga sulit sangat! Mau tuh obat rasanya manis kek, pahit kek, rasa indah yang pernah ada kek #eh, pokoknya kalau dikasi coba minum (baik pakai sendok, pipet, atau pun squid [alat suntik yang sudah dibuang jarumnya])..mesti deh anak-anak langsung tau kalau itu obat (bukan air putih, bukan susu, bukan teh manis, karena rasanya beda). Kalau mereka sudah tau itu obat, yak mulai deh “perang” sama saya setiap waktu minum obat, dimana mereka akan tutup mulut rapat-rapat dan saya harus paksa buka mulut dan harus siapin dosis lebih karenaa (sering kali) suapan yang pertama akan dilepeh #haeh..

Lalu yang bikin paling was-was kalau anak-anak saya diare (terutama yang sulung, karena ada special needs) adalah takut kalau harus rawat inap. Karena pasti harus infus, sedangkan last time si sulung masuk RS (karena diare juga) itu dia harus dipegangin sama 6 orang perawat karena dia berontak dan tenaganya kuat banget. Udah dipegangin dan dipaksa gitu, ga nemu pula nadi untuk infusnya……errr…Jadi waktu itu, anak saya dirawat tanpa infus dengan kondisi trauma setiap lihat ada perawat 😦 (Ya kalo ga diinfus, buat apa dirawat toh), makanya rawat inap juga sebisa mungkin saya hindari.

Lah? Lah? Lah..luu bagaimana alternatifnya?

Karena ga mungkin dipaksa minum oralit akhirnya saya perbanyak minum air putih, susu, teh manis hangat, apa pun yang mereka mau minum saja. Alternatif yang mungkin bisa dicoba buat Ibu/Bapak yang mungkin anaknya ogah minum oralit juga adalah kasih Pocari Sweat (PS). Ini sih bukan iklan (ngarep bgt deh gw kalo ini iklan :p ), cuman sampai sekarang kalau minuman isotonik saya masih percaya dengan quality PS ini. Dan karena saya pernah bekerja di perusahaannya juga jadi pernah dapat sesi product knowledge yang lebih dalam kan, dan ternyata saat itulah baru tau kalau PS banyak kerjasama dengan RS-RS untuk jadi minuman wajib anti- dehidrasi terutama untuk pasien-pasien DBD. Tapi sih kemaren anak-anak saya dikasih cicip PS, pada gak doyan juga..bahaha..akhirnya emaknya yang habisin (><,) LOL.

Kemudian saya kasih makan pisang juga, gak bolos. Lalu karena nafsu makan anak-anak pada berkurang, saya akali dengan sedia biskuit-biskuit biar mereka sering ngemil, jadi tetap ada yang masuk perut. Kalau kata dsa-nya saat diare jangan dipaksa makan banyak pagi-siang-sore, takutnya malah mual dan muntah. Lebih baik dikasi makan sedikit-sedikit, tapi intervalnya lebih sering. That pediatrician tip worked for my kids, hopefully works for yours too 🙂

Intinya kalau buat anak-anak saya, harus tetap masuk cairan supaya tidak dehidrasi dan gak lemas (by cairan I mean: air putih, teh hangat, susu –> 3 ini yang dibolehin dokternya.. ya kali dok anak lagi diare masa mau dikasi soda (-_-) gak mungkin kali ah..). Sama akhirnya saya paksain kasih obat dari dokter yang wajib aja (antibiotik) sama lacto-B (bakteri baik yah kalau tidak salah, supaya pencernaannya kembali normal). Si lacto-B ini pun, untungnya boleh dicampur ke dalam susu, makanya hitungannya ya kaya ga minum obat.

Memang sih, kalau rawat jalan dengan particular circumstances begini masa penyembuhannya sampai benar-benar fit lagi itu jadi lebih lama :’) sekitar seminggu-an. Tapi ya tidak apa, yang penting anak-anak saya sekarang sudah sembuh dan sudah pada lincah lagi, ihiy 😀

Oiya, kalau untuk anak bungsu saya ketika diare gak pakai konsul ke dokter, karena meski ga mau minum oralit tapi dia masih ASI dan alhamdulillah kemarin itu nyusunya tetap kuat. Dan mungkin karena itu sembuhnya lebih cepet, karena ketolong sama ASI (mungkin loh ya). Nah, yang paling penting sih kalau anak sakit, sakit apa pun, gak cuma diare aja…jangan lupa didoakan supaya cepat sembuh ya, terutama ibu-ibunya nih..karena doa seorang ibu itu, termasuk salah satu doa yang paling cepat dikabulkan oleh Yang Maha Esa 🙂

Hope you find this post helpful ya mommies, nighty night 🙂

Advertisements