Post 1 dari 4

Selamat malam dunia maya! Bulan lalu saya mengikuti seminar parenting yang sangat menarik dan (Alhamdulillah) ternyata sangat bermanfaat *kalau dipraktekkan* 😉 — terutama bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK). Agak gak update sebenarnya karena baru bisa blog sekarang, tapi gak apa ya..kan yang penting konten informasinya, semoga tetap bermanfaat 🙂 Tajuk seminarnya: Komunikasi pada Anak Berkebutuhan Khusus, dan isi seminarnya ya quite literal sesuai judulnya sih — membahas beberapa alternatif cara berkomunikasi yang dapat dicoba untuk memudahkan ABK bersosialisi dengan orang-orang di sekitarnya. Full day seminar ini dilaksanakan oleh Klub Belajar Terapis Sipatokkong Makassar, saya berharap next seminar / event dari Klub Sipatokkong bisa diadakan hari Minggu lagi, supaya saya bisa ikut #lahrequest (^^p)

Post pertama ini akan membahas kesan dan opini saya mengikuti full day seminar kemarin, dan insyaAllah 3 post berikutnya saya akan kasih liputan lengkap tentang topiknya masing-masing secara lebih detil. Ini pertama kalinya saya mengikuti seminar semacam ini, sebelumnya ya hanya mengandalkan Mbah Google untuk cari info. Ternyata ya seminar parenting itu kegiatan yang positif banget, dan seminar mengenai pendidikan ABK juga lebih membuka wawasan lagi (ya tentunya terutama bagi ortu yang memiliki ABK seperti saya). Pernah gak merasa ketika browsing di internet saja, semakin banyak baca malah semakin bingung? Nah itu saya banget, kadang makin banyak sumber yang dibaca malah bikin makin pusing..banyak pro-kontra, banyak debat — yess, browsing itu buka wawasan tapi kadang kita lupa: individu anak kita gak mungkin dijejalkan semua opsi / metode / gaya parenting yang kita baca itu. (Hampir) mesti, jika bukan selalu, ortu cukup pilih satu cara yang paling cocok untuk anaknya, karena ya setiap anak itu individu yang unik..Mohon maaf kalau mungkin ada yang tidak setuju, tapi saya pendukung berat teori ini: setiap anak itu unik, jadi gak perlu disama-samain apalagi dibanding-bandingin sama anak lain. Ya, kita boleh saling sharing tentang kondisi anak kita, untuk lihat statistik tentang suatu topik seperti apa, ortu lain dengan anaknya bagaimana cara ajak main, cara bujuk makan, cara nina bobo, dsb..tapi (hampir) pasti, (again) jika bukan selalu, gak akan persis sama bisa diterapin ke anak kita #pengalamanpribadi. Jadi ya lagi dan lagi saya akan bilang: anakmu itu unik, Ayah, Bunda 🙂 dan ini akan selalu saya ingatkan dalam setiap post saya, semoga gak bosan ya :3

Sampai mana tadi? Oh ya, makin banyak baca makin pusing. Ternyata ya teman-teman, salah satu cara yang bisa mengurangi ke-pusing-an ini ya dengan seminar atau event yang mengundang para ahli (apalagi jika yang diundang tidak hanya akademisi, namun juga praktisi) di bidangnya. Karena praktisi pasti punya pengalaman kerja nyata menghadapi kasus-kasus terkait topik seminar, dalam post ini ya yang terkait terapi untuk membantu ABK berkomunikasi. Dengan pengalaman yang sudah segudang, para pembicara bisa berikan contoh-contoh nyata dari suatu permasalahan, yang bisa jadi mirip dengan kondisi anak kita. Di sinilah manfaat seminar yang saya rasakan (keunggulannya dibanding hanya googling), karena ada yang udah pengalaman berjibaku dengan ABK dengan berbagai kendala yang dihadapi ortu, saya bisa mendapat gambaran yang lebih detil tentang apa yang harus saya lakukan, atau apa yang bisa saya terapkan untuk anak saya — istilahnya ya gak ngawang-ngawang lah. Apalagi kalau ikut seminar, besar kemungkinan untuk bisa tanya-jawab langsung, jadi makin spesifik info yang didapatkan. Jadi buat Ayah-Bunda yang mungkin selama ini ada info seminar gak yakin mau datang, coba cek-cek background panitia seminarnya saja dulu, lalu kalau tampak professional, pembicaranya juga bagus, nah coba aja disempatkan datang 🙂 InsyaAllah bermanfaat..

Sekarang saya info sekilas tentang materi seminarnya ya, yang insyaAllah akan saya liput dalam 3 post berbeda minggu depan (semoga gak salah nulis nama pembicaranya):

  1. Pengenalan dan Pendahuluan Pendidikan Spesifik (Special Education) Bagi ABK oleh psikolog Rukiana Novianti, S.Psi, M.Psi — (Bu Lola).

Pembicaranya masih muda dan belum punya anak, tapi pengalaman dan wawasannya tentang pendidikan pada anak tidak boleh diremehkan. Materi yang disampaikan Bu Lola ini membuka wawasan tentang betapa istilah kebutuhan khusus itu sangat luas cakupannya, dan penting bagi ortu untuk memahami psikologi perkembangan anak. Bu Lola ini menjelaskan secara ringkas mengenai tugas perkembangan anak, dan tips-tips mendidik anak sesuai perkembangan psikologisnya.

  1. Pemahaman dan Latihan Oral Motor Sejak Dini oleh Putri M. Larasati, Amd.TW.

Pembicaranya suaranya lembuut sekali, hehe..tapi praktek materi seminarnya banyak dan cukup deskriptif. Materinya Bu Putri ini lebih banyak prakteknya, dan seru karena banyak ibu-ibu yang semangat jadi relawan buat maju ke depan tiap ganti sub-topik 😀 Nah dari sesi Bu Putri ini kita bisa tau dasar-dasar non-speech oral motor exercise (atau istilah awamnya adalah terapi wicara) yang bisa kita latih sendiri di rumah. Kalau sering baca info tentang autisme, speech delay, atau gangguan perkembangan lainnya, pasti sedikit banyak sudah tau tentang terapi wicara dan persepsi umum bahwa hasil akhir dari terapi ini adalah: anaknya bisa berbicara. Ternyata ini mispersepsi loh, sesuai judul terapinya non-speech oral motor exercise tujuan utamanya adalah merangsang sensorik pada otot-otot di bagian mulut dan otot pernafasan yang diharapkan dapat membantu memperbaiki fungsi fisiologisnya — salah satu fungsi tersebut adalah kemampuan berbicara. Lebih detilnya di next post yaa (semoga bisa dan mau bersabar nunggu emak-emak ini muncul mood ngetiknya, hee)

  1. Alternatif Komunikasi pada ABK oleh Shinta Barasa, S.Psi.

Nah yang terakhir ini, sesi favorite saya karena pembicaranya juga interaktif banget (^^,), selain itu juga mungkin karena banyak peserta seminar baik yang dari kalangan ortu mau pun yang terapis / guru yang memang sehari-hari masih kesulitan untuk mengajarkan cara berkomunikasi yang baik pada anak / murid mereka. Tau istilah terapi ABA? Materi Bu Shinta ini sesungguhnya adalah penjabaran ringkas dari fase-fase yang ada dalam terapi ABA, meliputi komunikasi dengan kartu (COMPIC, PECS), Manding, Tacting, dll. Eits, tenang BuIbu jangan pusing, prakteknya gak seribet namanya. Dan again, semoga sabar nunggu post selanjutnya ya untuk lebih detil kita bahas tentang materi yang disampaikan Bu Shinta.

Kira-kira demikian gambaran seminar parenting pertama saya ini. Saya berterima kasih kepada Klub Sipatokkong yang sudah melaksanakan acara yang sudah menambah wawasan saya ini. Step berikutnya yang paling penting setelah seminar adalah: PRAKTEKIN di rumah ya Ayah, Bunda 🙂 Kalau mungkin gak bisa sekaligus semua materi dipraktekin, ya bertahap. Salah satu ilmu dari seminar ini yang sudah saya disiplinkan adalah aturan no gadget. Awalnya saya merasa gak mungkin bisa, tapi kalo kata Bu Lola mesti dipaksa-keun! Alhamdulillah sekarang babyAm dan adeknya kalo liat HP udah gak agresif kayak dulu. Wah tapi udah kepanjangan ngetik ni, jadi cerita perjuangan no gadget-nya kita lanjut next time ya 😉

Semoga tulisan ini bermanfaat ya Ayah, Bunda 🙂 See you guys on the Internet again, soon #hopefully

Advertisements