Bismillaah..

Bukankah kehendak-Nya sering membuat tertegun?
Tahun lalu, sebelum Ramadan, suami saya kehilangan seorang bibinya karena kanker. Tahun ini, sebelum Ramadan, saya kehilangan seorang paman karena Covid. Apakah ada firasat mereka di tahun sebelumnya? Mungkinkah kita mengetahui kapan Ramadan terakhir kita?

Kemarin saya melihat berita #nanggala402 seliweran di status-status WA teman-teman saya, dan akhirnya saya cek beritanya. Tidak sanggup saya membayangkan apa yang mungkin terjadi di dalam kapal itu 😣
Yang terbayang adalah dalamnya kesedihan yang ditorehkan bagi keluarga yang ditinggalkan 💔

If not even death can make you think about Allah, I don’t know what will.

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati….” (Ali Imran: 185)
Ayat yang sangat akrab bagi kaum muslimin, tapi selalu dianggap jauh. Panjang angan dan cita, sibuk diri dengan dunia. Padahal tidak ada jaminan akan hidup selamanya. Bahkan ketika bersua dengan Ramadan di era wabah, tetap dianggap biasa saja. Sesuatu yang dianggap rutin, merasa yakin akan sampai ke hari raya.. merasa yakin akan kembali berjumpa tahun depan.

Tinggal dua pekan lagi Ramadan, masihkah akan lalai? Wahai jiwa yang lelah, betahkah tetap abai? Kesulitan hidup yang ada sering membuat kita kufur nikmat. Tidak sadar di hati, mengingkari bahwa…
Masih bernafas, dimampukan puasa hari ini, sahur bersama keluarga kecil, semuanya adalah nikmat. Tidakkah tahu bahwa syukur dapat membuat Allah menambah nikmat? Dan kufur dapat mengundang azab :’)
Allaahul musta’an..

Semoga Allah mudahkan hidayah, karuniakan jiwa yang selalu bersyukur, kuatkan istiqamah, dan lembutkan hati mengambil pelajaran dari kematian. Aamin.

•••April 2021
•••Elwiena (Ummu Am)•••