Mimpi… adalah kunci #yhakmalahnyanyi. Kita bukan mau bernyanyi. Kita bicara tentang mimpi, tapi bukan cita-cita. Kita akan bicara bunga tidur yang tidak ada bunga-bunganya.

Saya sering mimpi random tentang para megabintang. Pernah suatu ketika saya mimpi harus mendamaikan teman baik saya (mohon diingat ini mimpi), Taylor Swift, dan pacarnya Zac Efron yang sedang berantem. Sangat random bukan? Dan baru setelah bangun saya browsing, ternyata mereka punya proyek film bareng, The Lorax, yang belum pernah saya tonton sampai sekarang. Tapi mungkin pada saat itu saya habis lihat cuplikannya somewhere? #shrug

Dan baru-baru ini saya mimpi lagi, terlahir jadi bagian lima bersaudara dengan urutan dari yang paling tua: Raisa, Maudy Ayunda, saya, Adipati Dolken, dan adik cowok bungsu yang bukan siapa-siapa. Random sangat! ←⁠(⁠>⁠▽⁠<⁠)⁠ノ
Dan saya dalam mimpi itu tentu berbeda dari saya di dunia nyata: Elwiena si penulis terkenal, best seller versi majalah TIME 🤣. Dalam mimpi loh ini, gak perlu marah (⁠ ⁠´⁠◡⁠‿⁠ゝ⁠◡⁠`⁠)

Dalam mimpi itu misi saya adalah meyakinkan Maudy untuk mengizinkan menulis biografinya. Tentu saja ya, Maudy tetap Ayunda dalam mimpi saya. Raisa juga tetap seorang penyanyi ternama. Namun, Adipati yang saya gak kenal-kenal amat (red: emang gak kenal) kok kayaknya terlalu lincah dan ceria, dan di mimpi itu saya jadi kakaknya yang juga lincah dan ceria ┻⁠━⁠┻⁠︵⁠└⁠(⁠՞⁠▽⁠՞⁠ ⁠└⁠)

Pernah juga suatu ketika saya bermimpi dimusuhin Gal Gadot dan dia merebut bestie saya semasa kuliah. Beneran sedih sih rasanya pas mimpi, tapi mon maap nih Wien, gimana caranya dimusuhi Wonderwoman, apa yang Mba Gadot sirikin dari Anda? Gal Gadot mukanya gak ada salah-salahnya, tajir melintir, baik hati dan georgeous. Tapi itu intinya! Apapun bisa terjadi dalam mimpi.

Saya bisa jadi siapa saja dan apa saja dalam mimpi. Saya bisa sangat membenci seseorang dan memakinya dengan sangat dalam mimpi (karena di dunia nyata ajaran ibu untuk menjadi manusia beradab dan berbudaya harus dijunjung tinggi). Saya bisa bertemu kembali dengan nenek-kakek yang tidak terlalu saya kenal karena mereka wafat ketika saya kecil, dan bermain bersama mereka penuh canda tawa. Saya bisa kembali menjadi anak-anak. Saya bisa menjadi penyihir bijak. Saya bisa jadi katak dan tidak ada pangeran yang mau mencium saya lalu kuberkata: Hell yeaah, like I need a prince! #girlpower

Nah, kalau lagi apes sih ya saya juga bisa mimpi buruk. Mimpi yang di luar kendali saya. Salah satu jenis mimpi yang paling mengerikan adalah; mimpi dikejar orang gila. Sudahlah gila, dia mau ambil anak saya. Bayangkan betapa saya lari terbirit-birit, tapi dia tidak lelah mengejar. Kadang juga mimpi kehilangan orang yang dicinta. Waktu kebangun bisa nangis beneran, dan suami saya kebagian bingungnya.

Tapi bisa bermimpi adalah hal yang sangat menyenangkan. Artinya saya bisa tidur. Ketika kita punya fase hidup yang membuat kita takut tidur, lalu fase itu berlalu, dan Tuhan berikan izin untuk tidur? Rasanya sangat melegakan. Waktu tidur menjadi waktu yang sangat saya nantikan. Mimpi apa lagi yang akan datang nanti malam?

PS: Maudy tetap tidak izinkan saya nulis biografinya sampai saya terbangun pun. Karena dia kakak perfeksionis & “you’re not that good” katanya ( ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ)
@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc2302

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: