SUDAH (oleh Elwiena M)

Peristiwa ini terjadi tanggal 11 Desember. Alina yang sedang tertidur di kamar IGD sebuah rumah sakit terbangun karena teriakan seorang bapak.

“KENAPA? KENAPA BISA BEGINII? KENAPA?! Huu huu huu”, suara bapak itu kencang sekali. Alina masih lelungu. Dia tidak bisa memusatkan perhatian kecuali pada isakan sang bapak. Seorang perawat menghampiri ruangan Alina dan berbisik sembari memberi isyarat, “Saya tutup (pintunya) ya, Bu.”

Alina mencoba tidur lagi, tapi si bapak kembali berteriak-teriak. “KENAPA?! Ah, lama banget sih kalian! Istri saya keburu mati.”
Dari yang dia dengar, sepertinya ada dokter/perawat yang mencoba menenangkan, tetapi bapak itu langsung berteriak lagi, “SUDAH, SUDAH, ENAK AJA! Saya yang bayar dia di sini, kalian biarin meninggal! Kenapaaa??!”

Beberapa kali bapak itu kembali teriak-teriak. Alina jadi tidak nyaman. Duh, kemana lagi suaminya tidak kunjung balik ke ruangan? Entah berapa lama waktu berlalu, akhirnya bapak tersebut berbicara dengan intonasi lebih tenang. Terdengar dia melakukan beberapa panggilan. “Istri gw meninggal, Do”..
“Iya makasih ya”..
Dan menelepon lagi,
“Iya udah gak ada, Jes”..
“Istri gw udah lewat, Kak”..
Sesenggukan terdengar lagi sesekali.

Lampu di langit-langit seolah beraura biru mengikuti suasana hati si bapak. Mendengar sesenggukannya, Alina ikut sendu.
“Laa ilaaha illallaah, innaa lillaahi wa inna ilaihi raji’uun.. Laa ilaa haa illallaah, laa ilaaha… hiks hiks” terdengar si bapak tenggelam dalam tangisnya.

Ah, Alina rasanya paham. Memang hanya sesal tersisa ketika tidak bisa membantu talqin orang yang kita cinta. Berakhir sudah segala kisah, berakhir sudah suka duka.

“Harusnya kita gak usah pergi kemarin. Harusnya aku temenin aja di rumah. Huu huu.. Sekarang kamu sudah gak ada. Huu huu. Kamu sudah gak ada..”

Kunjungan IGD yang meninggalkan kesan mendalam, padahal Alina hanya ingin redakan perut yang asam. Ketika dia dibolehkan pulang, Alina tetap tidak melihat sosok bapak yang sedari tadi menangis. Bapak itu ada di ruangan yang mana? Apakah tangisannya sudah melegakannya? Apakah bapak sudah menerima?
Semoga sudah.

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc2312


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: