Saya direferensikan seorang sahabat untuk menonton video ini sekitar bulan Juli lalu, dan langsung jatuh cinta. Siapa pun yang kenal dengan penyandang autisme, tonton deh & jangan ragu untuk di share yah..

Post kali ini sungguh hanya upaya transliterasi apa adanya ala emak-emak yang memang hidupnya apa adanya, karena saya belum nemu video dgn subtitle Indonesia-nya di Youtube. And since I’m not confident with my English, jadi gak berani mau submit subtitle ke situs resminya, ahaha.

begini kira-kira narasi video menakjubkan ini:

Kita semua berbeda dan itu adalah hal yang menakjubkan! Beberapa perbedaan itu mudah untuk dilihat, seperti: tinggi badan, gaya rambut, warna mata dan sebagainya. Namun ada juga perbedaan yang tidak tampak dari luar seperti: makanan favorite, rasa takut terhadap suatu hal, atau keahlian khusus yang kita miliki.

 

Yang menarik, cara kita melihat dunia pun juga berbeda-beda. Contohnya:

Apa yang kamu lihat dari gambar ini?

Amazing kelinci

Kebanyakan orang akan mengatakan itu gambar bebek

bebek tapi, beberapa orang lain akan bilang itu kelinci

Apapun gambar yg dilihat, keduanya benar. Ini hanyalah contoh untuk menunjukkan bahwa otak kita bekerja secara berbeda-beda.

 

Otak adalah komputer bagi tubuh kita, yang bekerja secara berbeda-beda pada tiap individu. Otak mengendalikan bagaimana cara kita belajar (dengan unik pada tiap individu), yang menyebabkan masing-masing kita menguasai hal-hal yang berbeda. Otak mengendalikan perasaan kita (dengan unik pada tiap individu), yang menyebabkan masing-masing kita merasakan emosi yang berbeda-beda pula. Dan otak juga mengendalikan bagaimana cara kita berkomunikasi.

 

Terkadang saraf-saraf pada otak saling berhubungan dengan cara yang memengaruhi indera kita secara berbeda, sehingga memengaruhi bagaimana cara kita memandang sesuatu, membaca situasi dan berinteraksi dengan orang lain. Inilah yang dikenal sebagai Autisme. Banyak orang menyandang autisme, dan mungkin saja kamu juga kenal dengan seseorang yang autistik. Itu sebabnya, akan berguna jika kita mengetahui sedikit saja tentang autisme.

 

(Analogikan otak dengan komputer yang memiliki sistem kabel yang berbeda-beda), pada seorang autistik terdapat sistem kabel special pada otaknya yang membuat ia mampu menguasai keahlian yang mungkin oleh orang lain dianggap sulit, seperti: matematika, seni lukis, atau musik. Sistem kabel special ini juga bekerja sebaliknya, membuat seorang penyandang autistik sangat kesulitan melakukan hal yang oleh orang lain dianggap sangat mudah, seperti: berteman dengan orang lain.

 

Sistem indera kita terus-menerus mengirimkan informasi dari orang lain dan lingkungan sekitar ke otak, namun ketika otak seseorang tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan sistem indera, maka otak seseorang akan mengalami kelelahan dan kebingungan. Inilah yang memengaruhi bagaimana cara seorang autistik memandang dunia.

 

Bayangkan kamu sedang berjalan di pinggir jalan:

kelinci

(yang dilihat oleh seseorang non-autistik)

autistik

Dan ini adalah yang mungkin dilihat oleh seseorang autistik, berjalan di jalan yang sama.. Menakutkan, bukan?

 

Sayangnya, dalam banyak kasus, penyandang autisme tidak dapat mengutarakannya perasaannya dengan baik. Jadi walaupun di dalam otak mereka sedang terjadi kekacauan, tapi ya dari luar mereka akan terlihat baik-baik saja.. tanpa mampu meminta pertolongan pada siapa-siapa :’)

 

Masing-masing kita akan mengembangkan perilaku untuk menenangkan diri dalam kondisi yang tidak nyaman / menyenangkan bagi kita, seperti: menghindari kontak mata, memeluk diri sendiri, mengigiti kuku jari, mengusap-usap jari dengan gelisah (fidget), menggigit bibir dan sebagainya. Begitu juga halnya dengan seorang autistik yang mengembangkan perilaku untuk membantu mereka bertahan menghadapi keadaan intens yang membuat mereka tidak nyaman. Perilaku yang ditunjukkan individu autistik mungkin terlihat tidak biasa, tetapi inilah cara mereka untuk merasa tenang.

(catatan: perilaku yang dimaksud dalam video ini dikenal dengan istilah “stimming”, biasanya muncul dalam perilaku seperti mengibas-ngibaskan tangan (flapping), menggoyang-goyangkan badan sambil duduk memeluk lutut (rocking), membenturkan kepala ke dinding (head banging), memutar-mutar kipas / roda mobil-mobilan (spinning), dan bersenandung atau mengoceh sambil menutup kuping (humming & babbling)).

 

Ketika perilaku ini muncul, artinya mereka sedang mengalami masa sulit. Hal baik yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak membuat mereka semakin merasa kesulitan dengan: menolak perilaku ‘aneh’ mereka, mengacuhkan mereka, atau bahkan mengejek :’)

 

Ketahuilah, hanya karena Playstation tidak bisa membaca CD game XBox, bukan berarti Playstation-nya yang rusak. Orang-orang yang menyandang autisme membutuhkan teman disamping mereka yang rela meluangkan waktu untuk mengenal mereka. Dengan komunikasi yang baik dan banyak kesabaran, semuanya akan baik-baik saja.

 

Penyandang autisme tidak sakit atau rusak, mereka hanya memiliki perasaan dan cara yang unik dalam melihat dunia. Dan dengan sedikit dukungan dari teman-teman di samping mereka, mereka mungkin akan dapat berbagi hal-hal yang mereka rasakan bersama kita,

 

Autism can make amazing things happen! (^^,)

Advertisements